PKI
Pada saat ini kita akan membahas materi dari sejarah. Tepatnya yaitu sejarah mengenai pemberontakan PKI Madiun. Seperti yang kita ketahui bahwa PKI adalah singkatan dari Partai Komunis Indonesia. Yang mana organisasi ini didirikan dengan tujuan menjadikan Indonesia yang kita cintai ini menjadi negara komunis. Tetapi seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara dengan prinsip bebas aktif, yaitu tidak akan memihak negara Liberal maupun negara Komunis. Tetapi negara Komunis tetap saja ingin menjadikan Indonesia sebagai Komunis. Bagaimana selengkapnya?? Mari kita simak bersama....
Pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) Madiun
Selain PNI (Partai Nasional Indonesia), PKI juga adalah salah satu partai politik pertama yang didirikan sesudah proklamasi. Walau begitu, PKI sudah ada sejak zaman pergerakan nasional sebelum dibekukan oleh Hindia Belanda akibat pemberontakan pada tahun 1926. Sejak merdeka hingga awal tahun 1948, PKI masih mendukung pemerintah yang kebetulan termasuk golongan kiri. Hal ini dikarenakan Doktrin Dimitrov, yang menyatakan bahwa gerakan komunis harus bekerja sama dengan kapitalis dalam menghadapi kekuatan fasis.
Namun ketika Amir Syarifuddin, jatuh dari pemerintahannya (dimana ia yang slalu didukung PKI karena juga beraliran kiri) karena disepakatinya perjanjian Renville dan digantikan oleh kabinet baru dengan Mohammad Hatta sebagai perdana menteri, maka PKI mulai memberontak. PKI yang dipinpin oleh Muso bersama dengan Amir mulai melakukan berbagai cara pengumpulan anggota untuk memberontak. Muso adalah tokoh komunis Indonesia yang telah lama berdiam di Uni Soviet, sehingga ia dianggap sebagai salah satu tokoh PKI yang tinggi karena telah lama berdiam di Uni Soviet sehingga dianggap sebagai pemimpin PKI.
Baca juga:
Pki wakti itu melakukan berbagai cara mendapatkan anggota melalui beberapa sidang yaitu pada:
1. Dalam sidang Politbiro PKI pada tanggal 13-14 Agustus 1948, Muso menjelaskan tentang “pekerjaan dan kesalahan partai dalam dasar organisasi dan politik” dan menawarkan gagasan yang disebutnya “Jalan Baru untuk Republik Indonesia”. Muso menghendaki satu partai kelas buruh dengan memakai nama yang bersejarah, yakni PKI. Untuk itu harus dilakukan fusi tiga partai yang beraliran Marxsisme-Leninisme: PKI ilegal, Partai Buruh Indonesia (PBI), dan Partai Sosialis Indonesia (PSI). PKI hasil fusi ini akan memimpin revolusi proletariat untuk mendirikan sebuah pemerintahan yang disebut "Komite Front Nasional".
2. Muso juga menggelar rapat raksasa di Yogyakarta.Di sini dia melontarkan pentingnya kabinet presidensial diganti jadi kabinet front persatuan. Muso juga menyerukan kerja sama internasional, terutama dengan Uni Soviet, untuk mematahkan blokade Belanda.
PKI yang telah bergabung dengan partai serta organisasi kiri lainnya dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang didirikan Amir Syarifuddin pada Februari 1948, pada September 1948 membawa berita bahwa doktrin Dimitrov telah diganti dengan doktrin Zhdanov dimana kmunis harus bekerja sama dengan golongan nasionalis progresif untuk menghadapi golongan kapitalis Borjuis
Untuk menyebarkan gagasannya, Musso beserta Amir dan kelompok-kelompok kiri lainnya berencana untuk menguasai daerah-daerah yang dianggap strategis di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yaitu Solo, Madiun, Kediri, Jombang, Bojonegoro, Cepu, Purwodadi, dan Wonosobo. Penguasaan itu dilakukan dengan agitasi, demonstrasi, dan aksi-aksi pengacauan lainnya.Rencana itu diawali dengan penculikan dan pembunuhan tokoh-tokoh yang dianggap musuh di kota Surakarta, serta mengadu domba kesatuan-kesatuan TNI setempat, termasuk kesatuan Siliwangi yang ada di sana.
Mengetahui hal itu, pemerintah langsung memerintahkan kesatuan-kesatuan TNI yang tidak terlibat adu domba untuk memulihkan keamanan di Surakarta dan sekitarnya. Operasi ini dipimpin oleh kolonel Gatot Subroto. Untuk memulihkan keamanan secara menyeluruh di Madiun, pemerintah bertindak cepat. Provinsi Jawa Timur dijadikan daerah istimewa, selanjutnya Kolonel Sungkono diangkat sebagai gubernur militer. Operasi penumpasan dimulai pada tanggal 20 September 1948 dipimpin oleh Kolonel A. H. Nasution.
Sementara sebagian besar pasukan TNI di Jawa Timur berkonsentrasi menghadapi Belanda, namun dengan menggunakan 2 brigade dari cadangan Divisi 3 Siliwangi serta kesatuan-kesatuan lainnya yang mendukung Republik, semua kekuatan pembetontak akhirnya dapat dimusnahkan.
Salah satu operasi penumpasan ini adalah pengejaran Musso yang melarikan diri ke Sumoroto, sebelah barat Ponorogo. Dalam peristiwa itu, Musso berhasil ditembak mati. Sedangkan Amir Sjarifuddin dan tokoh-tokoh kiri lainnya berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Amir sendiri tertangkap di daerah Grobogan, Jawa Tengah.
Jadi teman sekalian sudah mengetahui sedikit mengenai PKI dan sejarah di Indonesia. Jadi Indonesia masih memiliki berbagai sejarah yang amat sangat mengagumkan, oleh karena itu selamat mencari. Kami juga akan menyertakan erbagai sejarah lainnya untuk lain kali. Jika ada yang ingin ditanyakan atau ingin memberi saran silahkan letakkan di kolom komentar ataupun melalui email.
Sekian yang dapat kami sampaikan, Terimakasih
