KOROSI

KOROSI PADA BESI

Pengertian Korosi, Penyebab, Pencegahan, Faktor dan Bentuk

Korosi atau yang biasa kita sebut dalam kehiidupan sehari – hari sebagai perkaratan adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat yang berada di lingkungannya yang mnghasilkan senyawa – senyawa yang tidak dikehendaki. Korosi itu sendiri  dapat terjadi akibat proses elektrokimia yaitu proses perubahan/reaksi kimia yang melibatkan adanya aliran listrik. Korosi itu sendiri lazim terjadi pada besi dikarenakan besi adalah unsur logam yang mudah berkarat. Karat berupa zat padat berwarna coklat kemerahan  yang bersifat rapuh dan berpori.

 

RUMUS KIMIA KARAT PADA BESI

Fe2O3 . H2O

Adanya aliran listrik pada besi itu terjadi karena pada bagian tertentu pada bessi dapat bertindak sebagai kutub negatif atau disebut sebagai elektroda negatif (katoda) sementara pada bagian lain dapat bertindak sebagai kutub positif atau elektroda positif (anoda). Elektron akhirnya dapat mengalir dari anoda ke katoda sehingga menimbulkan terjadinya korosi.

 

Proses Korosi Pada Besi

 

Proses hilangnya besi

               

Bagian pada besi yang hilang pada umumnya adalah bagian yang kontak dengan air (anoda)

Anoda   : Fe(s) -> Fe2+ + 2e

Katoda  : O2(gas) + H2O(l) + 4e -> 4OH-

                          E0 = +0,40V

                  Atau

                  O2(gas) + 4H+(aq) + 4e -> 2H2O(l)

                  E0 = +1,23V

                Saat Fe kehilangan elektron, maka terbentuklah sebuah cekungan dibgian hilangnya besi. Elektron yang terlepas akan mengalir ke bagian dengan konsentrasi oksigen tinggi (umumnya terletak pada bagian tepi tetesan air) tempat terbentuknya cekungan. Bagian ini disebut katode, dimana elektron yang terlepas dari atom besi mereduksi O2. Umumnya reaksi reduksi yang terjadi merupakan reaksi reduksi oksigen dengan H+. Medium terjadinya korosi cenderung bersifat asam dan reaksi reduksi dalam suasana asam cenderung lebih spontan, sebagaimana potensial reduksinya lebih besar (+ 1,23V). Ion H+ berasal dari asam H2CO3 yang terbentuk dari reaksi pelarutan karbon dioksida dalam uap air di udara.

 Baca Juga : 

RUMUS HILANGNYA BESI TANPA KARAT

2Fe(s) + O2(gas) + 4H+(aq) -> 2Fe2+(aq) + 2H2O (l)

E0 = +1,67V

Proses pembentukan karat

                Karat besi (Fe2O3 X nH2O). Fe2+ yang terbentuk pada daerah anode terdispersi ke dalam air dan akan bereaksi dengan O2 sehingga membentuk Fe3+ dalam karat.

 

Reaksi

2Fe2+(aq) + ½O2(gas) + (2+n)H2O(l)(aq) -> Fe2O3 . nH2O(s) + 4H+(aq)

 

 

                Jika persamaan reaksi hilangnya besi dengan reaksi pembentukan karat dijumlahkan maka:

2Fe(s) + fraksi 32O2(gas) + nH2O(l) -> Fe2O3 . nH2O(s)