PENYIMPANGAN HUKUM MANDEL
Hukum Mandel menerapkan pengukuran
9 : 3 : 3 : 1
Tetapi, hal itu tidak dapat memisahkan perbedaan yang lain. Hal ini dikarenakan adanya beberapa penyimpangan dari hukum Mandel tersebut. Meskipun demikian, penyimpangan tersebut jika dijumlahkan tetap saja menghasilkan koordinasi yang hampir mirip dengan koordinasi buatan Mandel.
INTERAKSI GEN (ATAVISME)
Penyimpangan ini ditemukan oleh William Betsun bersama dengan R.K.Pennet. Mereka menemukan penyimpangan ini ketika mereka melakukan percobaan penyilangan terhadap jengger ayam pada tahun 1926. Interaksi gen ini merupakan peristiwa dari 2 gen atau lebih yang saling berinteraksi satu sama lain atau saling menghalangi dalam menunjukkan suatu fenotipe. Setelah selesai percobaan, mereka menemukan hasil dengan:
1, R_pp Berbentuk mawar/rose/gerigi
2, rrP_ Berbentuk pea/biji
3, R_P_ Berbentuk walnut/sumpel
4, rrpp Berbentuk tunggal/singgle
Hasil analisis mereka adalah sebagai berikut
P1 Gerigi >< Biji
G1 RRpp >< rrPP
F1 RrPp berbentuk walnut/sumpel
Jika F1 disilangkan dengan sesama F1, maka
P2 RrPp >< RrPp
Maka menghasilkan F2
| RRPP | RRPp | RrPP | RrPp | |
| RRPp | RRpp | RrPp | Rrpp | |
| RrPP | RrPp | rrPP | rrPp | |
| RrPp | Rrpp | rrPp | Rrpp |
Maka,
R_P_ : R_pp : rrP_ : rrpp
Walnut : Gerigi : Biji : Single
9 : 3 : 3 : 1
Penyimpangan hukum mandel interaksi gen ini, ditandai dengan fenotip nya ada yang berbeda dari sang induk. Hasil penyilangan tidak sepenuhnya seperti induknya.