CONTOH PEMBUATAN TEKS ARTIKEL

Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis pertumbuhan ekonomi 2020 mencapai minus 2,07 yoy (year on year), tetapi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Su

Pada masa kini, pembuatan artikel sangatlah banyak. Hal ini dikarenakan pembuatan artikel yang terkesan mudah dan cukup bermanfaat. Dengan membuat artikel dapat memberi pembaca suatu informasi yang sangat berguna. Selain itu, pembuatan artikel juga dapat memberi pekerjaan seperti menjadi penulis surat kabar dan sebagainya. Untuk itu, kami telah menyertakan sedikit mengenai teks artikel.

 


1. Melakukan Analisis Berita Terkini :

a. Kemendikbud Lanjutkan Bantuan Kuota Internet Gratis

b. Pemerintah Memperkirakan Pertumbuhan ekonomi 2021 berkisar 4,5% - 5,3%

c. Vaksin Covid – 19 Sinovac Sampai di Sejumlah Daerah

d. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2010 – 2020 Indonesia Utang Rp 7 Trilliun dari Bank dunia

 

2. Menentukan Topik : Pendidikan, Ekonomi

 

3. Menyusun Kerangka Teks Artikel

 

Pendahuluan : Permasalahan; fenomena atau peristiwa aktual

a Pertumbuhan ekonomi dari tahun 2010 hingga 2020 cenderung menurun

 

 

Pembahasan : Pendapat atau opini penulis terkait topik bahasan

a Perkiraaan ekonomi akan bertumbuh berkisar 4,5% - 5,5% year on year(yoy)

b Proses vaksinasi yang membutuhkan biaya

c Pemerintah tetap memberi bantuan internet gratis

d Pemerintah melakukan peminjaman dana

 

 

Penutup : solusi; harapan; saran - saran

a Sebaiknya pemerintah mengutamakan cara menyelesaikan Covid-19

b Semoga kedepanannya ekonomi Indonesia akan membaik sesuai harapan

 

Setelah melaukan langkah - langkah di atas, selanjutnya menyusunnya sebagai berikut : 

 

INFORMASI

 

1, PENGENALAN ISU :

POKOK BAHASAN : Pertumbuhan ekonomi dari tahun 2010 hingga 2020 cenderung menurun

INFORMASI FAKTA :

Menurut data yang kami temukan dari situs lokadata oleh BPS yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 yakni 2,97 persen. Selama sepuluh tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi ini cenderung menurun. (https://lokadata.beritagar.id/chart/preview/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2010-2020-159117154).

 

INFORMASI OPINI :

Jika terus begini, kemungkinan masyarakat Indonesia akan mengalami kesulitan ekonomi yang semakin dalam. Karena dengan semakin menurunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun dapat mengakibatkan turunnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara asing, jika hal ini sampai terjadi dapat mengakibatkan kesengsaraan bagi masyarakat yang sangat berbahaya.

 

2, ARGUMENTASI :

POKOK BAHASAN :

a Perkiraaan ekonomi akan bertumbuh berkisar 4,5% - 5,5% year on year(yoy)

b Proses vaksinasi yang membutuhkan biaya

c Pemerintah tetap memberi bantuan internet gratis

d Pemerintah melakukan peminjaman dana

 

INFORMASI FAKTA :

a Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis pertumbuhan ekonomi 2020 mencapai minus 2,07 yoy (year on year), tetapi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyampaikan, pihaknya memprediksi ekonomi Indonesia pada tahun ini akan tumbuh berkisar 4,5% hingga 5,5% year on year (yoy) dengan titik tengah sebesar 5% yoy.(https://newssetup.kontan.co.id/news/pemerintah-memperkirakan-pertumbuhan-ekonomi-2021-berkisar-45-53)

b Vaksin Covid-19 sudah sampai di Jawa Tengah, Pemprov Jawa Tengah menerima 62.560 dosis vaksin corona Sinovac pada senin, 4 Januari 2021 pada dini hari. (https://amp.kompas.com/nasional/read/2021/01/05/09053121/vaksin-covid-19-sinovac-sampai-di-sejumlah-daerah-ini-rinciannya)

c Baru – baru ini, Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim menyampaikan bahwa tahun 2021, bantuan berupa kuota internet tetap akan dilaksanakan. Program ini akan dilanjutkan di bulan Maret, April, dan Mei 2021. (https://lldikti13.kemdikbud.go.id/2021/02/08/kemendikbud-lanjutkan-bantuan-kuota-internet-gratis-akan-dimulai-maret-2021/)

d Indonesia resmi mendapat pinjaman sebesar US$500 juta atau setara dengan Rp 7,05 Trilliun (kurs Rp14.100/US$) dari Bank Dunia (World Bank/WB) (https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20210122134022-532-597138/hadapi-bencana-indonesia-utang-rp7-trilliun-dari-bank-dunia)

 

INFORMASI OPINI :

a Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi Inonesia dari tahun ke tahun, kemungkinan pada tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sangat kecil atau mungkin akan mencapai angka minus seperti beberapa tahun lalu.

b Dengan data yang dikeluarkan hingga saat ini bahwa di beberapa daerah vaksin Covid-19 telah dicapai dan bahkan telah ada yang sudah dibagikan, hal ini menunjukkan bahwa negara Indonesia telah mengalami banyaknya penurunan keuangan dari waktu ke waktu, hingga saat nanti penyaluran vaksin Covid – 19 ke tangan masyarakat.

c Pemerintah akan memberi kuota internet gratis lagi pada bulan Maret mendatang. Pemberian ini akan mengeluarkan kembali biaya yang sangat besar.

d Dengan adanya peminjaman dana oleh pemerintah ini menunjukkan bahwa pemerintah sudah mulai mengantisipasi akan adanya pengeluaran negara yang kemungkinan akan sangat besar.

 

3, PENEGASAN :

POKOK BAHASAN :

a Sebaiknya pemerintah mengutamakan cara menyelesaikan Covid-19

b Semoga kedepanannya ekonomi Indonesia akan membaik sesuai harapan

 

INFORMASI FAKTA:

Pemerintah pada saat ini telah melakukan berbagai kegiatan seperti vaksinasi.

INFORMASI OPINI :

Semoga dengan datangnya vaksin Covid-19 akan memutusan rantai Covid – 19 yang sudah lama membelenggu negara Indonesia ini.

 

 

Setelah tersusun rapi seperti beberapa kegiatan di atas, maka selanjutnya melakukan pengembangan seperti berikut:

PENGEMBANGAN TEKS ARTIKEL


 

Menurut data yang kami temukan dari situs lokadata oleh BPS yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 yakni 2,97 persen. Selama sepuluh tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi ini cenderung menurun. (https://lokadata.beritagar.id/chart/preview/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2010-2020-159117154). Jika terus begini, kemungkinan masyarakat Indonesia akan mengalami kesulitan ekonomi yang semakin dalam. Karena dengan semakin menurunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun dapat mengakibatkan turunnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara asing, jika hal ini sampai terjadi dapat mengakibatkan kesengsaraan bagi masyarakat yang sangat berbahaya. Dengan turunnya nilai tukar rupiah maka akan mengakibatkan banyaknya karyawan yang bekerja di Indonesia akan segera pindah bekerja ke luar negeri karena gaji masyarakat di luar negeri akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan gaji di dalam negeri, barang eksportif akan memiliki harga murah tetapi harga importif akan sangat mahal, dan masih banyak lagi hal yang akan terjadi dengan turunnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis pertumbuhan ekonomi 2020 mencapai minus 2,07 yoy (year on year), tetapi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyampaikan, pihaknya memprediksi ekonomi Indonesia pada tahun ini akan tumbuh berkisar 4,5% hingga 5,5% year on year (yoy) dengan titik tengah sebesar 5% yoy.(https://newssetup.kontan.co.id/news/pemerintah-memperkirakan-pertumbuhan-ekonomi-2021-berkisar-45-53). Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun, kemungkinan pada tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sangat kecil atau mungkin akan mencapai angka minus seperti beberapa tahun lalu. Tetapi menurut prediksi Wamenkeu pertumbuhan ekonomi akan naik. Dengan kemungkinan naik begitu dengan kata lain Wamenkeu telah memiliki suatu rencana atau tindakan yang akan dilakukan untuk menghadapi penurunan pertumbuhan ekonomi seperti tahun – tahun sebelumnya. Dengan kemungkinan bahwa Wamenkeu telah memiliki rencana jitu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi bukan berarti bahwa dia akan berhasil 100%. Apakah hanya dengan rencana Wamenkeu dan para pemerintah pertumbuhan ekonomi negara Indonesia akan mencapai pertumbuhan yang tinggi? Hal itu tidak akan mudah dilakukan jika hanya pemerintah yang berkontribusi tanpa adanya toleransi dari masyarakat .

Kita dapat melihat bahwa vaksin Covid – 19 juga sudah berada di negara Indonesia. Seperti data yang diberitakan oleh kompas.com menyatakan bahwa “Vaksin Covid-19 sudah sampai di Jawa Tengah, Pemprov Jawa Tengah menerima 62.560 dosis vaksin corona Sinovac pada senin, 4 Januari 2021 pada dini hari.” (https://amp.kompas.com/nasional/read/2021/01/05/09053121/vaksin-covid-19-sinovac-sampai-di-sejumlah-daerah-ini-rinciannya). Dengan data yang dikeluarkan hingga saat ini bahwa di beberapa daerah vaksin Covid-19 telah dicapai dan bahkan telah ada yang sudah dibagikan, hal ini menunjukkan bahwa negara Indonesia telah mengalami banyaknya penurunan keuangan dari waktu ke waktu, hingga saat nanti penyaluran vaksin Covid – 19 ke tangan masyarakat. Keuangan tersebut sudah digunakan untuk pembelian vaksin dari negara luar. Hal ini dikarenakan hingga saat ini, negara Indonesia dan beberapa negara lainnya belum dapatmembuat dan memproduksi vaksin Covid – 19 sendiri. Maka untuk menghadapi pandemi ini, pemerintah memutuskan untuk menghentikan rantai Covid – 19 dengan cara membeli vaksin. Jika hanya membeli, hal itu belum akan berguna jika belum disalurkan. Untuk menyalurkan vaksin ini juga pemerintah kemungkinan akan mengeluarkan biaya yang sangat besar. Terutama saat penyaluran vaksin ke daerah- daerah ang terpencil atau terpelosok.

Selain hal itu, baru – baru ini, Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim menyampaikan bahwa tahun 2021, bantuan berupa kuota internet tetap akan dilaksanakan. Program ini akan dilanjutkan di bulan Maret, April, dan Mei 2021. (https://lldikti13.kemdikbud.go.id/2021/02/08/kemendikbud-lanjutkan-bantuan-kuota-internet-gratis-akan-dimulai-maret-2021/). Pemerintah akan memberi kuota internet gratis lagi pada bulan Maret mendatang. Pemberian ini akan mengeluarkan kembali biaya yang sangat besar. Pengeluaran biaya untuk memfasilitasi tenaga pengajar dan para siswa memang cukuplah bagus karena dengan adanya kuota bantuan dari pemerintah akan meringankan pihak pendidik dan yang dididk untuk tetap belajar. Tetapi jikapemerintah terus memberi kuota dengan jumlah yang sangat besar begitu kemungkinan besar ekonomi Indonesia juga tidak akan aik atau mungkin juga akan menurun seperti tahun – tahun sebelumnya.

Seperti yang kita tahu, bahwa Indonesia resmi mendapat pinjaman sebesar US$500 juta atau setara dengan Rp 7,05 Trilliun (kurs Rp14.100/US$) dari Bank Dunia (World Bank/WB) (https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20210122134022-532-597138/hadapi-bencana-indonesia-utang-rp7-trilliun-dari-bank-dunia). Dengan adanya peminjaman dana oleh pemerintah ini menunjukkan bahwa pemerintah sudah mulai mengantisipasi akan adanya pengeluaran negara yang kemungkinan akan sangat besar. Dengan melakukan peminjaman bukan berarti negara Indonesia akan mengalami pertumbuhan ekonomi, karena peminjaman yang dilakukan tetap saja akan dibayar oleh negara. Tetapi peminjaman ini hanya dilakukan untuk melakukan batu loncatan agar negara tetap hidup dan dapat membeli beberapa keperluan dan fasilitas untuk membebaskan masyarakat dari belenggu penurunan nilai rupiah terhadap mata uang asing. Tetapi jika pandemi tetap saja bertahan dan tidak berhenti seperti harapan pemerintah, ini akan menjadi masalah yang lebih serius karena hutang negara yang harus dibayar semakin meningkat tetapi ekonomi yang tidak bertumbuh.

Pemerintah pada saat ini telah melakukan berbagai kegiatan seperti vaksinasi. Hal ini memang salah satu rencana pemerintah. Dan sebaiknya pemerintah lebh mengutamakan lagi tentang vaksinasi ini dibanding beberapa keperluan lain yang bisa di hemat. Hal ini bertujuan supaya hutang dari negara Indonesia tersebut dapat tertuju dengan tepat sasaran sesuai rencana dan bukannya malah menjadi menambah dalam hutang negara. Dan kemungkinan terburuknya adalah nilai tukar rupiah yang semakin jatuh pada saat hutang negara bertambah yang mengakibatkan hasil produksi negara Indonesia tidak akan berarti lagi.

Semoga dengan datangnya vaksin Covid-19 akan memutusan rantai Covid – 19 yang sudah lama membelenggu negara Indonesia ini. Semoga juga dengan datangnya vaksinasi ini masyarakat dapat mempermudah proses dan bukannya malah melawan hukum atau bahkan mengakinbatkan masalah yang lebih besar lagi.  

 

 SEKIAN YANG DAPAT KAMI SAMPAIKAN, KAMI UCAPKAN TERIMAKASIH.