TEORI EVOLUSI

Evolusi adalah proses perubahan pada makhluk hidup dari generasi ke genersi berikutnya dalam kurun waktu yang sangat lama. Perubahan yan
Daun, Hijau, Latar Belakang, Ranke

Perubahan makhluk hidup sejak zaman dahulu kala hingga mencapai pada saat ini sangat banyak. Perubahan makhluk hidup dari masa ke masa inilah yang disebut dengan evolusi. Evolusi adalah proses perubahan pada makhluk hidup dari generasi ke genersi berikutnya dalam kurun waktu yang sangat lama. Perubahan yang terjadi akibat teori evolusi bisa bermacam-macam bentuknya. Sebagai hasil dari proses perubahan-perubahan dalam evolusi tersebut bisa kita lihat dalam keanekaragaman makhluk hidup yang ada sekarang ini.

 

 

Teori - Teori Evolusi

 

Teori FixismeDiyakini 

Teori ini meyakini adanya keaneka ragaman spesies makhluk yang bersifat independen, artinya manusia berasal dari manusia dan seluruh binatang yang lain juga berasal dari spesies mereka masing-masing.


Teori Transformisme 

Teori Transformisme beranggapan bahwa penciptaan spesies-spesies yang ada sekarang ini berasal dari makhluk dan spesies-spesies yang berbeda. Para ilmuwan berkeyakinan bahwa teori evolusi alam natural paling tidak sesuai dengan masa para filosof Yunani. Sebagai contoh: Heraclitus meyakini bahwa segala sesuatu senantiasa mengalami proses dan evolusi. Jika manusia memiliki bentuk seperti yang dapat kita lihat sekarang ini sejak dari permulaan, niscaya ia tidak akan dapat bertahan hidup.


Teori Katastropisme 

Teori Katastropisme merupakan paham tentang keanekaragaman makhluk hidup dihasilkan oleh nenek moyang yang umum, dan muncul atau punahnya makhluk hidup disebabkan oleh bencana alam. Teori ini diperkenalkan oleh George Cuvier (1796-1832). Ia adalah  seorang ahli Palentologi (ilmu fosil). Teori ini dalam ilmu geologi dikenal dengan nama Catastrophisme; yaitu evolusi besar di permukaan bumi. 



Teori Kresionisme 
 
Teori Kresionisme merupakan teori tentang penciptaan yang terjadi dalam sekali waktu kehidupan sekaligus lengkap, kemudian selesai dan tak ada lagi evolusi atau prubahan. Paham ini dianut berdasar keyakinan agama juga berdasarkan keterangan Aristoteles (hidup pada masa 300 SM). 
 
Baca Juga:
Teori Gradualisme
 
Teori Gradualisme dikemukakan oleh ahli geologi Swedia bernama James Hutton (1795). Paham ini menyatakan bahwa perubahan geologis berlangsung pelan-pelan tetapi pasti. Teori ini tidak mampu dijelaskan dengan mekanisme yang meyakinkan.
 
Teori Uiformitarianisme
 
Teori Uiformitarianisme dinyatakan oleh Charles Lyell (1797-1875). Paham ini meyatakan bahwa proses-proses geologis ternyata menuruti pola yang seragam sehingga kecepata dan pengaruh perubahan selalu seimbang dalam kurun waktu. Misalnya, terbentuknya gunung selalu diimbangi dengan erosi gunung. Teori ini tidak dapat menjelaskan kejadian terbentuknya spesies.



 
Teori Lammarck
 
Pada abad ke-18, sejumlah naturalis (termasuk kakek Darwin, Erasmus Darwin) berpendapat bahwa makhluk hidup berevolusi seiring perubahan lingkungan. Namun, hanya satu pendahulu Charles Darwin yang mengajukan mekanisme bagaimana makhluk hidup berubah seiring waktu yaitu ahli biologi Prancis Jean-Baptiste de Lamarck (1744-1829). Lamarck menerbitkan hipotesisnya pada 1809, tahun ketika Darwin dilahirkan. Dengan membandingkan spesies hidup dan bentuk fosil. Lamarck menemukan sesuatu yang tampaknya merupakan sejumlah garis keturunan. Masing-masing garis keturunan merupakan rangkaian kronologis dari fosil yang lebih tua ke fosil yang lebih muda dan mengarah ke spesies yang masih ada saat ini. Ia menjelaskan temuannya menggunakan dua prinsip:
 
Prinsip pertama adalah,digunakan atau dibuang (use ndisuse), gagasan bahwa bagian tubuh yang sering digunakan menjadi lebih besar dan kuat, sementara yang jarang digunakan menjadi lemah. Sebagai contoh, ia menyebutkan jerapah yang meregangkan lehernya untuk mencapai dedaunan dicabang yang tinggi. 
 
Prinsip kedua,pewarisan sifat dari karakteristik yang diperoleh (inheritance of aquired characteristic), menyatakan bahwa suatu organisme dapat meneruskan modifikasi-modifikasi karakteristik kepada keturunannya. Lamarck menalar bahwa leher yang panjang dan berotot milik jerapah yang masih hidup saat ini telah dievolusikan selama beberapa generasi seiring rentangan leher jerapah yang semakin tinggi.Lamarck juga mengira bahwa evolusi terjadi karena organisme memiliki dorongan bawaan untuk menjadi lebih kompleks. Darwin menolak gagasan ini, namun ia juga menduga bahwa variasi muncul dalam proses evolusi sebagian melalui pewarisan sifat yang diperoleh. Akan tetapi, pemahaman kita sekarang mengenai genetika menggugurkan mekanisme ini: tidak ada bukti bahwa karakteristik yang diperoleh dapat diwariskan memalui cara yang diajukan oleh Lamarck. 
 

 
Teori Darwin
 
Teori ini menalar bahwa dalam jangka waktu yang amat panjang, penurunan dengan modifikasi pada akhirnya menyebabkan tingginya keanekaragaman makhluk hidup yang kita lihat sekarang ini. Darwin memandang sejarah kehidupan sebagai sebuah pohon, dengan banyak cabang dari batang bersama menuju keujung-ujung ranting termudah. Ujung-ujung ranting tersebut mencerminkan keanekaragaman organisme yang ada saat ini. Setiap percabangan pada pohon mencerminkan nenek moyang dari semua garis evolusi yang kemudian bercabang dari titik tersebut. Spesies yang berkerabat dekat, misalnya gajah Asia dan gajah Afrika, sangat mirip sebab mereka berada pada garis keturunan yang sama sebelum baru-baru ini memisah dari nenek moyang bersama mereka. Dalam upayanya untuk mengklasifikasikan makhluk hidup, Linnaeus menyadari bahwa sejumlah organisme memiliki kemiripan yang lebih banyak daripada organisme lain, namun ia tidak mengaitkan kemiripan tersebut dengan evolusi. Bagaimanapun juga karna ia telah menyadari bahwa keanekaragaman luar biasa dari organisme dapat disusun ke dalam “kelompok dibawah kelompok” (ungkapan Darwin), sistem Linnaeus sangat sesuai dengan hipotesis Darwin.